Posted by: Ummu Zahra on: Sabtu, 7 Februari 2009

Bagi sebagian wanita, ketika kedatangan tamu bulanan, terasa merepotkan. Sebab rasa nyeri dan sakit kerap menyertai datangnya si tamu. Gejala fisik seperti sakit perut, nyeri otot sendi, nyeri payudara, plus gejala psikologis dan gangguan emosi seperti cepat tersinggung, dan mudah marah adalah kondisi umum terjadi pada 90% wanita sebelum tamu bulananya datang.
Gejala-gejala tersebut atau yang dikenal dengan Pre Menstrual Syndrome (PMS) apabila dirasa lebih parah disebut dengan disforia pra menstruasi (PMDD). Jika tidak ditangani dengan baik PMS dan PMDD dapat menggangu aktifitas sehari-hari bahkan dapat menurunkan kualitas hidup. PMS dan PMDD juga berdampak pada hubungan dengan teman dan keluarga serta aktifitas sosial lainnya.
Psikiater dari fakultas Kedokteran Universitas Indonesia- RS Cipto Mangunkusumo, dr Sylvia Detri Elvira, SpKJ, memaparkan Gejala emosional yang diderita wanita saat menjelang menstruasi antara lain perasaan mudah tersinggung, mood tidak stabil, perasaan cemas, perasaan sedih atau depresi, putus asa, perasaan sensitif, kurang aktifitas hingga berkurangnya hasrat untuk berkreativitas dan beraktivitas.
“Kalau perempuan mengalami satu gejala menjelang haid selama tiga bulan berturut-turut, dia mengalami PMS artinya masih tidak terlalu parah. Tapi kalai perempuan mengalami lima gejala menjelang haid selama 12 bulan berturut-turut, maka bisa dikatakan mengalami PMDD. PMS maupun PMDD merupakan kondisi yang tidak normal sehingga harus diobati karena berdampak negatif pada aktivitas sehari-hari,” tutur Sylvia pada seminar kesehatan yang diselenggrakan oleh Bayer di Jakarta beberapa waktu lalu.
Dikatakan juga oleh spesialis obstetri dan ginekolog FKUI-RSCM, Andon Hestiantoro, PMS merupakan suatu kondisi medis umum yang terkait dengan siklus menstruasi. Gejala yang ditimbulkan bisa bermacam-macam, mulai dari gejala fisik, psikis, dan psikologi. Namun gejala tersebut akan hilang saat menstruasi datang.
Lebih lanjut Andon menyebutkan beberapa faktor yang menyebabkan gejala PMS dan PMDD, antara lain faktor hormonal, yakni adanya ketidakseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron, gangguan fungsi serotonin, faktor genetik, lingkungan sosial juga dikatakan Andon dapat menjadi faktor PMS.
Ketika PMS menyerang banyak wanita pada akhirnya memutuskan untuk tidak melakukan apapun karena rasa sakit yang diderita. Kondisi inilah yang disebut sebagi penurunan kualitas hidup. Untuk itu penatalaksanaan PMS dan PMDD perlu dipahami dan dilakukan oleh para wanita.
Mengatasi gejala PMS maupun PMDD menjelang haid dapat dilakukan secara alami, seperti rajin berolahraga, khususnya aerobik 30 menit selama 4-6 kali seminggu, jalan kaki dan modifikasi diet. Selain itu, kurangi konsumsi kafein untuk membantu mengurangi rasa tertekan, mudah tersinggung dan gelisah.
“Mereka yang mengalami gejala PMS dan PMDD juga harus mengurangi konsumsi garam, bukan hanya garam yang ada dalam makanan sehari-hari, tetapi juga kandungan sodium pada makanan kemasan,” imbuh Andon.
Andon juga menganjurkan untuk lebih banyak mengonsumsi karbohidrat kompleks dan serat yang terdapat pada makanan seperti, roti gandum, pasta, sereal, buah, dan sayuran. Selain itu, konsumsilah makanan yang kaya vitamin dan mineral atau mengonsumsi suplemen vitamin dan mineral.
“Jangan lupa menyertakan sumber protein pada setiap menu makanan, mengurangi konsumsi gula dan lemak selama menjalani diet guna membantu meningkatkan energi, dan menstabilkan mood, juga Hentikan mengonsumsi alkohol,” beber Andon.
Pilihan lain adalah dengan mengkonsumsi pil kotrasepsi oral yang mengandung progestin drospirenone. Pengobatan anti-kecemasan dan rasa nyeri juga dapat dilakukan untuk menangani gejala PMS dan PMDD./cr1/it
Perubahan gaya hidup juga sangat berpengaruh pada gejala PMS dan PMDD. Olah raga aerobik selama 30 menit selama empat hingga enam kali seminggu dapat membantu merfedakan ketegangan saraf. Selain itu juga sediakan waktu untuk diri anda sendiri. Melakukan relaksasi yang dapat membuat anda merasa santai dan nyaman.
Jika semua wnita cermat menangani PMS dan PMDD, maka gejala-gejala yang sering dikeluhkan setiap bulannya itu tidak akan lagi terasa. Dengan begitu kualitas hidup tetap terjaga begitu pun hubungan dengan orang lain tidak perlu terganggu hanya karena menstruasi.
Sumber : Republika Online