Ummu Zahra

Makan Sehat Selama Perjalanan

Posted by: Ummu Zahra on: Sabtu, 11 Juli 2009

Makan Sehat Selama Perjalanan
CORBIS

BUAH: Siapkan makanan sehat selama perjalanan. Konsumsi buah merupakan pilihan yang dianjurkan.

Musim liburan seringkali membuat Anda dan keluarga harus menghabiskan waktu berjam-jam di perjalanan. Jangan sampai hal tersebut mengganggu sajian bersantap Anda.

Jangan berpikir untuk selalu mengonsumsi makanan cepat saji yang tinggi kalori atau makanan pinggir jalan yang belum terjamin kebersihannya.

“Kini Anda dapa mengonsumsi makanan sehar, seimbang dengan kalori yang cukup kemanapun Anda bepergian,” ujar Ahli nutrisi dari North Carolina school’s diet and fitness center, Elisabetta Politi dalam keterangan tertulis.

Untuk itu, Potti memaparkan beberapa saran yang dapat dilakukan :

  • Bawa camilan sehat saat Anda bersiap untuk perjalanan. Masukkan keju, potongan sayur, yoghurt dan makanan lainnya dalam kotak penyimpanan khusus. Siapkan camilan untuk setiap orang dalam kemasan kecil terdiri dari popcorn rendah lemak, coklat batangan, kacang atau buah yang dikeringkan.
  • Minum lebih banyak air. Hindari kandungan gula dari minuman soda atau minuman manis lainnya. Jangan pikir minuman soda diet dan pemanis buatan lain lebih baik. Beberapa penelitian mengungkap, minuman tersebut bisa meningkatkan nafsu makan. Jika Anda menginginkan minuman manis, coba minum susu coklat rendah lemak.
  • Pilih menu makan sehat seperti paduan salad sayuran, sandwich panggang dan bungkus rapat jika memungkinkan. Jika Anda terpaksa membeli makanan di restoran, maka minta mereka untuk membungkus. Pesan porsi kecil atau bagi porsi besar untuk dua orang.
  • Usahakan sarapan pagi sebelum berangkat bepergian. Hal itu perlu dilakukan untuk mengimbangi energi yang perlu Anda keluarkan nantinya. Jika Anda menginap di hotel yang menyediakan lemari es, maka masukkan makanan yang Anda bawa dari rumah seperti sereal, susu rendah lemak, yoghurt dan buah sehingga Anda dapat mengonsuminya segera di pagi hari.

(Republika)

Hadang Flu dengan Anggur

Posted by: Ummu Zahra on: Kamis, 9 Juli 2009

Hadang Flu dengan Anggur
CORBIS
SEGAR: Tak hanya segar dan nikmat dikonsumsi, buah anggur juga kaya kandungan vitamin dan zat bermanfaat bagi tubuh

Anggur dikenal memiliki rasa segar dan manis. Nyatanya anggur juga bermanfaat sebagai penghambat penuaan, sumber antioksidan yang tinggi serta kaya kalium untuk mengontrol tekanan darah. Selain itu, anggur dipercaya mencegah penyakit infeksi seperti influenza.

Berbagai penelitian menunjukkan, biji anggur mengandung pycnogenol sebagai penguat kolagen untuk kelenturan pembuluh darah (anti aging) dan kulit anggur ternyata kaya flavonoid dengan daya antioksidan lebih tinggi dari vitamin C. Tak hanya itu, buah anggur sendiri kaya kalium untuk mengontrol tekanan darah.

Ahli kesehatan gizi dari Departemen Gizi Masyarakat IPB, Prof Dr Ir Ali Khomsan MS membenarkan secara keseluruhan buah anggur mengandung banyak manfaat. Khasiat lain yang dimiliki anggur, kata dia, adalah untuk mengatasi kelelahan dan hipoglikemi karena kandungan gula alaminya yang sangat tinggi, terutama dalam bentuk glukosa dan fruktosa.

”Jus anggur dipercaya dapat mencegah dan membantu penyembuhan beberapa penyakit infeksi virus seperti influenza,” ujarnya dalam diskusi ‘Anggur Sebagai Sumber Energi dan Stamina yang Menyehatkan’ yang diselenggarakan PT Bintang Toedjoe produsen minuman Extra Joss, Rabu (1/7).

Khomsan menunjukkan data terbaru di Prancis yang mengungkap angka penyakit jantung koroner 50 persen lebih rendah dibanding negara-negara lain di dunia. Setelah diteliti, orang Prancis ternyata suka makan enak, diikuti minum anggur. Ketika disinggung anggur bisa memabukkan, Khomsan mengutip pendapat ahli nutrisi Melissa S Garcia. ”Minum anggur baik, tetapi perhatikan alkohol yang menyertainya ada atau tidak,” jelasnya.

Manfaat anggur telah banyak diteliti sebelumnya. Pada tahun 1870, ahli kesehatan Dr John Harvey Kellog, memberikan resep anggur untuk berbagai penyakit. Untuk kesembuhan, dia hanya memberikan resep makan buah anggur dengan takaran tertentu. Menurut The George Mateljan Foundation, anggur juga memiliki nilai gizi yang sangat luar biasa. Tiap 100 gram anggur paling tidak 25 komponen gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Sebut saja kalsium, kalium, vitamin A, Vitamin C, dan thiamin.

Kandungan mineral dalam anggur yang memiliki manfaat kesehatan bagi tubuh antara lain mangan. Zat itu sangat diperlukan tubuh dalam sintesis energi sehingga dapat membantu menjaga kestabilan gula dalam darah. Mangan juga diperlukan tubuh untuk metabolisme lemak dan pembentukan jaringan ikat dan tulang.

Anggur disebut mengandung karotenoid dan likopen yang tinggi. Kedua zat kimia tersebut dikenal luas akan kemampuannya menghambat berbagai penyakit tubuh. Kandungan antioksidan dalam anggur tersebut sudah diyakini kalangan luas sebagai pelindung sel dari radikal bebas penyebab penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung, kanker, dan beberapa penyakit akibat penuaan.

Kandungan vitamin C, B6, K dan B1 dalam anggur juga tinggi dengan khasiat yang luar biasa bagi tubuh. Vitamin C buah anggur dapat meningkatkan imunitas dan penyembuhan luka. Kandungan B6 pada anggur juga sangat penting untuk otak agar dapat berfungsi normal.

Kulit anggur juga memiliki kandungan resveratrol yang merupakan sumber penting dari flavonoids, termasuk katekin, quercetin, prosianidin, dan antosianin. Resveratrol ditemukan pada sebagian besar kulit buah anggur. Penelitian beberapa tahun terakhir menyimpulkan, resveratrol kemungkinan dapat membantu awet muda dan mencegah kanker.

Lebih jauh Khomsan mengatakan, mengonsumsi anggur dapat dilakukan dengan memakan buahnya secara langsung. ”Bisa juga mengonsumsi dalam bentuk jus atau lewat serbuk (extract) yang berasal dari sari buah asli,” tegasnya.

Namun demikian, sudah menjadi rahasia umum buah anggur termasuk jenis buah yang mahal bagi sebagian masyarakat di Indonesia. Harga satu kilogram anggur bisa mencapai puluhan ribu rupiah. Sehingga tidak semua lapisan masyarakat bisa mencicipi anggur. Senior Brand Manager PT Bintang Toedjoe, Fanny Kurniati menyatakan, agar semua lapisan masyarakat bisa mengonsumsi anggur, pihaknya menyediakan ekstrat sari buah anggur asli.

Sari buah anggur asli ini, kata Fanny, telah mendapat pengawasan ketat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bahkan menggunakan standar internasional. Tapi sayangnya, sari buah anggur berbentuk ekstrat ini bahan bakunya masih impor dari Brasil. ”Indonesia belum memiliki teknologi ekstrat,” jelasnya.

Sumber : Republika

Teh Hijau Untuk Kesehatan Payudara

Posted by: Ummu Zahra on: Rabu, 24 Juni 2009

Mungkin sebagian besar wanita telah mendengar khasiat teh hijau untuk kesehatan payudaranya. Namun, barangkali sebagian masih meragukan kebenarannya. Kini keraguan tersebut telah terjawab. Senyawa yang terkandung dalam teh hijau memang dapat melindungi payudara dari serangan kanker.

Hal itu terungkap dari studi awal yang dilakukan oleh beberapa peneliti Amerika Serikat. Dalam percobaan itu, mereka memberikan seduhan teh hijau kepada beberapa tikus, sedangkan yang lainnya hanya memperoleh air biasa.

Ternyata, tikus yang meminum teh hijau mendapat manfaat yang menggembirakan. Ukuran tumor payudaranya makin mengecil dan keganasannya pun berkurang dibanding tikus yang hanya meminum air biasa. Selain itu, tumor tikus yang meminum teh kemudian tumbuh lebih lambat dan tidak lagi menyerang sel-sel yang sehat.

Tentu saja, temuan ini makin memperkuat dugaan bahwa teh sangat bermanfaat bagi kesehatan payudara wanita. Pasalnya, berdasarkan pengamatan sejauh ini di negara-negara yang rajin mengkonsumsi teh hijau setiap hari, tingkat kanker payudara wanitanya sangat rendah. Bagi mereka, teh dianggap sebagai salah satu makanan sehat.

Selain itu, peneliti utamanya, Dr. Gail Sonenshein, bahkan mengatakan bahwa teh sama sekali tidak mempunyai efek samping yang merugikan. Karena itu, orang tidak perlu takut mengkonsumsi tiga hingga lima cangkir teh per hari. Tidak ada masalah apabila orang rajin minum teh hijau sebagai langkah pencegahan.

Dosen biokimia dari Fakultas Kedokteran Universitas Boston ini menambahkan, teh hijau terutama dapat mencegah kanker payudara yang diakibatkan oleh faktor lingkungan. Namun, ia menganjurkan agar pasien yang sedang menjalani radiasi atau kemoterapi kanker payudara perlu konsultasi dengan dokter sebelum ia mencoba minum banyak teh.

Menurut studi yang dipublikasikan dalam Journal of Cellular Biochemistry edisi Juli 2001 tersebut, kandungan senyawa polifenol yang sangat banyak dalam teh tersebut berperan sebagai pelindung terhadap kanker.

Polifenol tergolong dalam antioksidan yang sangat ampuh. Senyawa ini akan menetralkan radikal bebas yang menjadi penyebab kanker tersebut. Radikal bebas sendiri terbentuk secara alami dalam tubuh. Molekul ini dapat merusak sel-sel manusia. Orang menduga bahwa molekul inilah salah satu penyebab kanker, termasuk berbagai jenis penyakit lain seperti penyakit jantung dan penuaan.

Menurut studi tersebut, daun teh hijau yang telah dikeringkan terdiri dari 40% polifenol. Selain dapat memerangi kanker payudara, zat ini juga diyakini dapat menurunkan risiko kanker lambung, paru-paru, usus besar, dubur, hati, dan pankreas.(dch/yon/foto:corbis)

Sumber : Rileks

Asam Lemak Omega-3 Jaga Fungsi Mata

Posted by: Ummu Zahra on: Kamis, 11 Juni 2009

Asam Lemak Omega-3 Jaga Fungsi Mata

HUTCHINSEYE.COM

MAKULA: Tergangunya fungsi Makula yang berada didalam retina mata, seringkali menjadi pemicu berkurangnya penglihatan terutama pada usia lanjut.

NEW YORK– Pola makan dengan kandungan kaya asam lemak omega-3 diyakini dapat memperlambat penuaan fungsi makula atau bintik yang merupakan bagian penting agar mata berfungsi optimal. Seringkali disebut dengan Age-related macular degeneration (AMD). Demikian diungkap sebuah penelitian yang dilaporkan pada British Journal of Ophthalmology.

Degenerasi makula berkaitan dengan bertambahnya usia adalah kelainan pada mata yang mempengaruhi makular yaitu bagian dari retina yang berfungsi untuk mengatur pusat pandangan. Terutama kondisi itu sering terjadi pada , terutama pada pasien dengan usia lebih dari 60 tahun.

Temuan ini berdasarkan pada data analisis dari 2924 pasien yang diperiksa matanya di Age-Related Eye Disease Study (AREDS) dan secara acak diberikan salah satu dari empat macam diet supplement yaitu placebo, antioksidan, zinc, atau antioksidan plus zinc. Selain mengkonsumsi suplemen makanan secara teratur pasien juga diberikan kuisioner pada awal penelitian sebagai bagian dari rengakaian penelitian AREDS.

Menurut salah seorang peneliti, Dr CJ. Chiu dari Tufts University, Boston, para partisipan juga akan melakukan pemeriksaan kesehatan secara umum dan  pemeriksaan fisik ophthalmologic. Terungkap, suplemen apapun yang diberikan, dengan jumlah asam lemak omega tinggi dapat  menurunkan risiko meningkatnya degenerasi makula.

Selain itu, diet rendah gula juga menyumbang 24% menurunkan resiko degenerasi makula. “Study baru menguatkan gagasan bahwa pola diet seperti ini dan, jika perlu, pemberian suplemen dapat dioptimalkan untuk pencegahan degenerasi makula akut,” para peneliti menyimpulkan. [Republika]

Cermat Pilih Menu Cepat Saji

Posted by: Ummu Zahra on: Rabu, 10 Juni 2009

Cermat Pilih Menu Cepat Saji
CORBIS

SEHAT: Menu cepat saji bisa dimodifikasi agar tubuh tak terlalu banyak asupan lemak, kalori, gula dan garam. Pilih sayur dan buah segar untuk pelengkap.

Makanan cepat saji atau fast food kerap kali tak bisa terlepas dari masyarakat perkotaan. Dengan harga terjangkau dan mudah diperoleh, makanan jenis itu seringkali jadi pilihan bersantap.

Sayangnya, sajian tersebut seringkali menimbulkan masalah kesehatan terutama karena mengandung tinggi kalori, lemak, gula dan garam. Jika tak jeli, bisa-bisa tubuh Anda akan dihinggapi berbagai gangguan lantaran makanan cepat saji.

Beberapa rekomendasi dari U.S. National Library of Medicine dalam memilih makanan cepat saji namun tetap sehat dapat Anda digunakan. Prinsipnya, makan dalam porsi kecil dan sebisa mungkin pilih sayuran atau buah segar sebagai pelengkap. Berikut saran-saran selengkapnya :

Pilih porsi kecil atau makan setengah dari porsi itu. Untuk menghindari sisa makanan, Anda bisa berbagi dengan seorang teman. Hindari makan kentang goreng dan pilih sayuran, buah, salad segar, yoghurt atau pilihan makanan sehat lain yang tersedia. Minta sandwich atau roti lapis tanpa saus mayones, keju atau saus berlemak lain. Minta sayur ekstra pada roti lapis Anda, seperti letus, bawang bombay atau tomat. Pilih daging tanpa lemak yang dipanggang seperti ayam atau kalkun dibandingkan roti burger. Hindari segala macam daging yang digoreng tepung, didalam roti lapis ataupun salad dalam menu Anda. (Republika)

Teh Kontrol Gula Darah?

Posted by: Ummu Zahra on: Kamis, 14 Mei 2009

Teh Kontrol Gula Darah?Mengontrol gula kadar dengan menyeruput secangkir teh hangat? Tentunya akan menyenangkan. Para peneliti meyakini hal itu dapat dilakukan terutama dengan menggunakan teh asal Afrika.Sebuah tim peneliti asal Denmark tengah mengembangkan perawatan untuk penyakit diabetes tipe 2 dengan bantuan teh Afrika khusus yang diproduksi dari ekstrk daun Rauvolfia Vomitoria dan buah  jeruk aurantium.

Para peneliti baru-baru ini baru saja menyelesaikan percobaan klinis yang dilakukan terhadap 23 pasien dengan diabetes tipe 2 dan merasa puas dengan hasil yang diperoleh.

“Para subjek penelitian meminum 750 ml teah setiap hari. Teh itu tampaknya berbeda dari obat diabetes tipe 2 lainnya karena pada awalnya tidak terlihat mempengaruhi kandungan gula dalam darah. Namun, setelah empat bulan mengonsumsi teh tersebut, tampak peningkatan toleransi glukosa yang signifikan,” ujar pemimpin penelitian  dari Copenhagen Universitu, Joan Campbell-Tofte seperti dikutip dalam beatdiabetestype2.com, baru-baru ini.

Menurut para peneliti, studi tersebut juga menunjukkan perubahan pola pembentukan asam lemak pada pasien yang minum teh dibandingkan kelompok yang tidak mengonsumsi.

“Pada pasien yang meminum teh, kadar asam lemak tak jenuh meningkat. Hal itu sangat baik karena membuat sel membran lebih mudah ditembus sehingga sel tubuh dapat menyerap lebih banyak glukosa dalam darah,” terangnya.

Sebelumnya, tim itu juga telah menguji teh dari Nigeria pada tikus percobaan. Hasilnya menunjukkan, setelah enam minggu menggunakan perawatan dengan teh Afrika dikombinasikan dengan pola makan rendah lemak terdapat perubahan kombinasi dan jumlah lemak pada mata dan perlindungan pankreas yang lemah. (Republika Online)

Brokoli Tangkal Kanker Lambung

Posted by: Ummu Zahra on: Selasa, 14 April 2009

Brokoli Tangkal Kanker Lambung
CORBIS.COM
PERLINDUNGAN: Kandungan kimian dalam brokoli diyakini dapat mencegah gangguan perut termasuk kanker lambung.

Konsumsi 2,5 ons brokoli dapat mengurangi risiko dari gangguan dalam perut dan kemungkinan kanker dalam perut, berdasarkan uji coba di Jepang.

Pada penelitian, risiko kanker lambung merupakan salah satu jenis kanker ganas berhasil ditekan dengan  pola makan yang mengandung brokoli. Termasuk juga kanker pada kerongkongan, saluran kemih, kulit dan paru-paru.

“Kami harus hati-hati mengenai antusiasme dari pernyataan dari penelitian yang kamilakukan,” ujar peneliti dari John Hopkins School of Medicine, Jed W. Fahey yang memimpin studi awal yang kemudian dilanjutkan di Jepang.

“Studi ini merupakan ujicoba yang kecil. Namun semua bukti menunjukkan brokoli atau tunas brokoli dapat mencegah kanker pada manusia,” terangnya.

Fahey mengatakan, kandungan zat kimia dalam brokoli yang mendukung perlindungan tubuh terutama terhadap bagian perut yaitu sulforaphone.

Kelompok peneliti yang dipimpinnya pertama kali menggambarkan hal tersebut sebagai antibiotik yang kuat melawan helicobacter pylori pada tahun 2002.

Penelitian di Jepang  dalam Cancer Prevention Research melaporkan studi tersebut didesain untuk membuktikan apakah mengonsumsi brokoli yang kaya akan kandungan sulforaphane dalam menunrunkkan kadar bakteri H.pylori sebagai bakteri yang sering dihubungkan dengan risiko dari gangguan perut dan kanker lambung.

Peneltiian yang dilakukan di Jepang karena infeksi dari H.pylori tergolong tinggi. Sekitar 25-30 persen dari warga Amerika Serikat terinfeksi.

“Di Jepang, infeksi mencapai tingkat 90% karena kepadatan penduduk  dan kondisi ekonomi yang rendah,” ujar Fahey sambil menambahkan, bakteri tersebut dapat ditularkan melalui kontak tubuh.

Studi tersebut dilakukan terhadap 48 orang yang terinfeksi. Setengah dari mereka mengonsumsi tunas alfalfa, yang tidak mengandung sulforaphane.

Setelah delapan minggu, tes menunjukkan tingkat yang lebih rendah infeksi h.pylori dari yang mengonsumsi tunas brokoli, sementara yang mengonsumsi tunas alfalfa tidak mengalami perubahan sama sekali.

“H.pylori dikenal sebagai karsinogen. Fakta yang menunjukkan kami dapat mengurangi efek dari infeksi yang juga merupakan karsinogen memberikan harapan jika seseorang memakan tunas brokoli atau brokoli secara teratur dapat mengurangi tingkat H.pylori dan setelah beberapa tahun akan menurunkan risiko untuk mengalami kanker. Hal itu sulit dibuktikan, namun hasilnya sangat disarankan,” tutur Fahey.

Brokoli dan tunasnys sama-sama penting. Demikian dikatakan Dr. Steven H.Zeisel, direktur Nutrition Research Institute di University of North Carolina.

“Secara khusus, tunas yang tumbuh sebelum brokoli memiliki kandungan sulforaphane yang sangat tinggi,” terang Zeisel.

Manfaatnya hanya dapat diperoleh ketika brokoli atau tunasnya direndam, kemudian di kunyah. Hanya dengan memisahkan bagian-bagiannya, maka kandungan kimianya akan terbentuk.

Sulforephane kemudian dapat mendukung hati untuk memproduksi enzim yang penting untuk mencegah kanker,tegas Zeisel.

“Orang yang mengonsumsi brokoli lebih banyak, mampu memaksimalisasi fungsi hati dan bagian sel lain untuk menghancurkan sel kanker,” ujarnya. Bawang putih memiliki efek yang hampir sama.

Dengan meningkatkan kedua jenis makanan tersebut dalam makanan sehari-hari, yaitu brokoli dan tunasnya, dapat memproduksi kandungan kimia bioaktif yang bermanfaat.

Hal itu merupakan saran yang baik, namun Fahey menuturkan, sebagian orang akan mengambil jalan pintas dengan mengonsumsi pil sulforaphane dibandingkan memakan produk yang baik untuk mereka.

“Saya menyimpulkan, kita tidak dapat meminta seseorang untuk mengganti pola makannya secara drastis. Sebuah pil lebih baik dibandingkan tidak sala sekali. Namun bukan berarti saya menyanrankan atau memprosmosikan konsumsi pil dengan kandungan sulforaphane,” tegasnya.

Hanya dua hingga tinga ons per hari, brokoli yang sudah dimasak mampu melindungi tubuh.

Sumber : Republika

Sayuran Asli Indonesia Kandung Antioksidan Tinggi

Posted by: Ummu Zahra on: Rabu, 25 Maret 2009

By Republika Contributor


Sayuran Asli Indonesia Kandung Antioksidan TinggiBOGOR – Kabar gembira bagi para penggemar sayur, dan lalap. Para peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil menemukan senyawa antioksidan alami dalam sekurangnya 11 macam sayuran “indegenous” atau asli dari Provinsi Jawa Barat (Jabar).Juru bicara IPB Ir Henny Windarti, MSi dalam penjelasannya di Bogor, Minggu (22/3) mengemukakan bahwa anggota penelitian tersebut, antara lain Dr Nuri Andarwulan, Ratna Batari, Diny Agustini Sandrasari dan Prof Hanny Wijaya.

Ke-11 sayuran tersebut antara lain, kenikir (Cosmos caudatus), beluntas (Pluchea indica), mangkokan (Nothopanax scutellarium), kecombrang (Nicolaia speciosa Horan), kemangi (Ocimum sanctum), katuk (Sauropus androgynus), kedondong cina (Polyscias pinnata).

Kemudian antaman (Centella asiatica), poh-pohan (Pilea trinervia), daun gingseng (Talinum paniculatum), dan krokot (Portulaca oleracea).

Menurut Nuri Andarwulan, peneliti di Pusat Pengembangan Ilmu dan Teknologi Pertanian dan Pangan Asia Tenggara (SEAFAST) IPB, senyawa antioksidan alami itu berupa senyawa fenolik (tokoferol, flavonoid, asam fenolat), senyawa nitrogen (alkaloid, turunan klorofil, asam amino, dan amina), atau karotenoid seperti asam askorbat.

Ia mengatakan bahwa dari hasil penelitian yang dilakukan dan pernah dipaparkan dalam seminar bertema “Natural Antioxidants: Chemistry, Biochemistry and Technology” itu menunjukkan nilai total flavonoid sayur-sayuran indigenous sangat bervariasi.

“Seluruh sampel sayuran indegenous mengandung komponen quercetin,” katanya.

Hasil penelitian yang dilakukan tim menunjukkan bahwa sayuran indegenous yang mempunyai flavonoid tertinggi berturut-turut ialah katuk (831,70 miligram per 100 gram), kenikir (420,85 miligram per 100 gram) dan kedondong cina (358,17 miligram per 100 gram). Sedangkan krokot mempunyai total flavonoid terkecil yaitu 4,05 miligram per 100 gram.

Komponen flavonoid pada daun katuk yang paling dominan adalah kaempferol sebesar 805,48 mi merupakan sayuran dengan nilai total flavonoid tertinggi dibandingkan sayuran indigenous lainnya, kandungan total fenol tertingi justru dimiliki kenikir (1225,88 miligram per 100 gram), diikuti beluntas 1030,03 miligram per 100 gram dan mangkokan 669,30 miligram per 100 gram.

“Nilai total fenol sayur-sayuran indigenous rata-rata jauh lebih besar dibandingkan dengan nilai total flavonoid-nya. Hal ini menunjukkan di dalam sayur-sayuran tersebut terkandung senyawa fenol lain yang bukan berasal dari flavonol maupun flavone,” katanya.

Sementara itu, peneliti Universitas Tufts di Boston Amerika Serikat Bradley Bolling, PhD mengatakanm antioksidan mengurangi akumulasi produk radikal bebas, menetralisir racun, mencegah inflamasi, dan melindungi penyakit genetik.

Ia mengemukakan bahwa masalah yang sering dijumpai dalam penelitian antioksidan yaitu referensi. Sangat banyak produk para botani, yang kuran valid dalam ukuran kapasitas antioksidan pada klinik. Selain itu juga ada kelemahan kelemahan standar penggunaan ukuran kapasitas antioksidan dan kelemahan data nilai antioksidan pada para botani.

Untuk itu diperlukan strategi memecahkan masalah tersebut, antara lain, data aktivitas antioksidan dengan memperbandingkan produk para botani, mengikuti pemeringkatan pemasukan data. Di samping itu, menyediakan ukuran langsung kapasitas antioksidan dan asses tidak langsung potensi bioaktivitas, dan mengindentifikasi bagaimana dampak metabolisne bioaksi antioksidan.

Penelitan tersebut paling tidak menunjukkan perilaku makan tinggi sayuran, terutama penggemar pecel dan urap, memiliki keuntungan dari senyawa antioksidan tinggi yang dikandung sayur-sayuran tersebut.  Lagi pula jenis sayuran itu tak sulit di dapat. Tak perlu repot bukan? /ant/itz [Republika]

Cermat PMS Tingkatkan Kualitas Hidup

Posted by: Ummu Zahra on: Sabtu, 7 Februari 2009

Cermat PMS Tingkatkan Kualitas Hidup
CORBIS.COM
LEMAH & LESU: Gejala PMS disertai nyeri kerap menghambat aktivitas perempuan. Diet benar dan rutin berolahraga mampu mencegah gejala PMS berlebih

Bagi sebagian wanita, ketika kedatangan tamu bulanan, terasa merepotkan. Sebab rasa nyeri dan sakit kerap menyertai datangnya si tamu. Gejala fisik seperti sakit perut, nyeri otot sendi, nyeri payudara, plus gejala psikologis dan gangguan emosi seperti  cepat tersinggung, dan mudah marah adalah kondisi umum terjadi pada 90% wanita sebelum tamu bulananya datang.

Gejala-gejala tersebut atau yang dikenal dengan Pre Menstrual Syndrome (PMS) apabila dirasa lebih parah disebut dengan disforia pra menstruasi (PMDD). Jika tidak ditangani dengan baik PMS dan PMDD dapat menggangu aktifitas sehari-hari bahkan dapat menurunkan kualitas hidup. PMS dan PMDD juga berdampak pada hubungan dengan teman dan keluarga serta aktifitas  sosial lainnya.

Psikiater dari fakultas Kedokteran Universitas Indonesia- RS Cipto Mangunkusumo, dr Sylvia Detri Elvira, SpKJ, memaparkan Gejala emosional yang diderita wanita saat menjelang menstruasi antara lain perasaan mudah tersinggung, mood tidak stabil, perasaan cemas, perasaan sedih atau depresi, putus asa, perasaan sensitif, kurang aktifitas hingga berkurangnya hasrat untuk berkreativitas dan beraktivitas.

“Kalau perempuan mengalami satu gejala menjelang haid selama tiga bulan berturut-turut, dia mengalami PMS artinya masih tidak terlalu parah. Tapi kalai perempuan mengalami lima gejala menjelang haid selama 12 bulan berturut-turut, maka bisa dikatakan mengalami PMDD. PMS maupun PMDD merupakan kondisi yang tidak normal sehingga harus diobati karena berdampak negatif pada aktivitas sehari-hari,” tutur Sylvia pada seminar kesehatan yang diselenggrakan oleh Bayer di Jakarta beberapa waktu lalu.

Dikatakan juga oleh spesialis obstetri dan ginekolog FKUI-RSCM, Andon Hestiantoro, PMS merupakan suatu kondisi medis umum yang terkait dengan siklus menstruasi. Gejala yang ditimbulkan bisa bermacam-macam, mulai dari gejala fisik, psikis, dan psikologi. Namun gejala tersebut akan hilang saat menstruasi datang.

Lebih lanjut Andon menyebutkan beberapa faktor yang menyebabkan gejala PMS dan PMDD, antara lain faktor hormonal, yakni adanya ketidakseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron, gangguan fungsi serotonin, faktor genetik, lingkungan sosial juga dikatakan Andon dapat menjadi faktor PMS.

Ketika PMS menyerang banyak  wanita pada akhirnya memutuskan untuk tidak melakukan apapun karena rasa sakit yang diderita. Kondisi inilah yang disebut sebagi penurunan kualitas hidup. Untuk itu penatalaksanaan PMS dan PMDD perlu dipahami dan dilakukan oleh para wanita.

Mengatasi gejala PMS maupun PMDD menjelang haid dapat dilakukan secara alami, seperti rajin berolahraga, khususnya aerobik 30 menit selama 4-6 kali seminggu, jalan kaki dan modifikasi diet. Selain itu, kurangi konsumsi kafein untuk membantu mengurangi rasa tertekan, mudah tersinggung dan gelisah.

“Mereka yang mengalami gejala PMS dan PMDD juga harus mengurangi konsumsi garam, bukan hanya garam yang ada dalam makanan sehari-hari, tetapi juga kandungan sodium pada makanan kemasan,” imbuh Andon.

Andon juga menganjurkan untuk lebih banyak mengonsumsi karbohidrat kompleks dan serat yang terdapat pada makanan seperti, roti gandum, pasta, sereal, buah, dan sayuran. Selain itu, konsumsilah makanan yang kaya vitamin dan mineral atau mengonsumsi suplemen vitamin dan mineral.

“Jangan lupa menyertakan sumber protein pada setiap menu makanan, mengurangi konsumsi gula dan lemak selama menjalani diet guna membantu meningkatkan energi, dan menstabilkan mood, juga Hentikan mengonsumsi alkohol,” beber Andon.

Pilihan lain adalah dengan mengkonsumsi pil kotrasepsi oral yang mengandung progestin drospirenone. Pengobatan anti-kecemasan dan rasa nyeri juga dapat dilakukan untuk menangani gejala PMS dan PMDD./cr1/it

Perubahan gaya hidup juga sangat berpengaruh pada gejala PMS dan PMDD.  Olah raga aerobik selama 30 menit selama empat hingga enam kali seminggu dapat membantu merfedakan ketegangan saraf. Selain itu juga sediakan waktu untuk diri anda sendiri. Melakukan relaksasi yang dapat membuat anda merasa santai dan nyaman.

Jika semua wnita cermat menangani PMS dan PMDD, maka gejala-gejala yang sering dikeluhkan setiap bulannya itu tidak  akan lagi terasa. Dengan begitu kualitas hidup tetap terjaga begitu pun hubungan dengan orang lain tidak perlu terganggu hanya karena menstruasi.

Sumber : Republika Online

Blog Stats

  • 6,297 hits

SEO Elite

New Seo Software! The Grand Daddy Of All Seo Software! Get A Top 5 Google Ranking In Under 30 Days! Click Here!

 

Juli 2009
M S S R K J S
« Jun    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031