Posted by: Ummu Zahra on: Senin, 2 November 2009
♥ Category : Info, Kesehatan ♥ Tags : Antidiabetes, Oyong

Sayur oyong tentu tak asing bagi masyarakat Indonesia. Oyong yang memiliki nama latin, Luffa Cylindrica sering pula dikenal dengan gambas atau ceme. Buahnya bersiku-siku memanjang kulitnya keras layaknya katus sedangkan dagingnya lunak dan halus berwarna hijau.Tak berbeda dengan komoditas lainya, oyong tumbuh subur di daerah penggunungan.
Sayangnya, masih banyak orang yang tidak memahami manfaat oyong untuk mengobati berbagai penyakit. Salah satu daerah yang tahu akan khasiat Oyong adalah Jawa Barat.
Konon, sebagian besar masyarakat Jawa Barat mengkonsumsi biji buah itu setiap kali pemeriksaan darah menjelang berhaji. Mereka cukup mengkonsumsi 2 biji setiap hari selama 2 minggu untuk mendapatkan kadar gula dalam darah yang tidak terlalu tinggi. Secara otomatis, saat gula darah akan diukur, para calon haji lolos dari jeratan angka kadar gula yang terlalu tinggi.
Lantas apa rahasia dibalik khasiat oyong? Kandungan Cucurbitasin jawabannya. Kandungan senyawa cucurbitasin dalam biji oyong berperan dalam menurunkan gula darah. Beragam penelitian memang membuktikan senyawa yang terkandung pada anggota famili Cucurbitaceae ini sebagai antidiabetes
Tak hanya berkasiat bagi diabetes, oyong dapat menyembuhkan penyakit semisal, Radang usus, asma hingga meningkatkan air susu ibu (ASI). Read more..
Posted by: Ummu Zahra on: Kamis, 22 Oktober 2009

Bila Anda ditanya, buah apa yang paling diburu selama Bulan Ramadhan. Wajar kiranya jika sebagian besar menjawab seragam yaitu buah timun suri. Buah bernama latin Curcumis Lativus itu memang bisa dibilang primadona yang paling dicari sebagai bahan dasar es campur atau sajian khas lain berbuka puasa yang menyegarkan.
Buah berbentuk lonjong dengan warna kulit kuning dan halus itu memang paling banyak dicari terutama saat ramadhan. Bila ditelisik, buah ini memiliki tekstur yang mudah rusak ketika matang, beraroma harum dan daging buah bercitarasa manis serta miliki kadar air yang cukup tinggi sehingga bisa menambah kesegaran selepas berpuasa.
Dibalik keberadaanya yang musiman, buah ini juga mengandung mineral kalium dan provitamin. Serat di dalam timun suri mampu mencegah timbulnya kanker saluran pencernaan, seperti kanker usus dan kolon. Hal ini disebabkan sifat serat timun suri yang mengikat zat-zat karsinogen penyebab kanker yang ada di saluran pencernaan.
Timun suri juga kaya akan provitamin A, berfungsi menjaga kesehatan mata dan sebagai antioksidan alami pencegah rusaknya sel tubuh penyebab penuaan dini. Vitamin C di dalam timun suri termasuk tinggi. Keberadaan vitamin C inilah yang dapat mencegah timbulnya gangguan penyakit flu dan infeksi. Hal ini disebabkan sifat vitamin C yang berfungsi sebagai anti virus dan pencegah infeksi. Selain vitamin, mineral esensial seperti kalsium, fosfor dan zat besi juga banyak terdapat di dalam timun suri.
Tak hanya itu, kandungan zat gizi dan nir gizi yang terkandung di dalam buah timun suri bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menyehatkan fungsi ginjal dan limpa, dan menurunkan tekanan darah.
Setelah mengetahui beragam manfaat timun suri, sangat disayangkan jika hanya dikonsumsi selama bulan puasa saja. Ada baiknya Anda tetap mengonsumsi buah itu agar terus memperoleh khasiatnya. berbagai sumber/cr2/rin
Sumber : Republika Online
Posted by: Ummu Zahra on: Senin, 19 Oktober 2009

Kesehatan merupakan aset kekayaan yang tak ternilai. Ketika nikmat kesehatan dicabut oleh Allah SWT, maka manusia rela mencari pengobatan dengan biaya yang mahal bahkan ke tempat yang jauh sekalipun. Sayangnya, hanya sedikit orang yang penduli dan memelihara nikmat kesehatan yang Allah SWT telah anugerahkan sebelum dicabut kembali oleh-Nya.
Rasulullah saw pernah bersabda “Dua nikmat yang sering kali manusia tertipu oleh keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang”. (HR Bukhari, Imam Ahmad dan Imam Turmudzi).
Dalam hadist lain disebutkan Rasulullah saw bersabda, “Nikmat yang pertama kali ditanyakan kepada seorang hamba pada hari kiamat kelak adalah ketika dikatakn kepadanya, “Bukankah Aku telah menyehatkan badanmu serta memberimu minum dengan air yang dingin?” (HR Turmudzi dan Hakim).
Menurut Indra Kusumah SKL, S.Psi dalam bukunya “Panduan Diet ala Rasulullah, kesehatan sering dilupakan, padahal ia seakan-akan bisa diumpamakan sebagai mahkota indah diatas kepala orang-orang sehat yang tidak bisa dilihat kecuali oleh orang-orang yang sakit.
Dalam berbagai aktivitas dan pola kehidupan Rasulullah saw memang sudah dirancang oleh Allah SWT sebagai contoh teladan yang baik (uswah hasanah) bagi semua manusia. Teladan ini mencakup berbagai aspek kehidupan termasuk dalam hal pola makan yang bermuara pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Sepintas masalah makan ini tampak sederhana, namun ternyata dengan pola makan yang dicontohkan Rasulullah saw. Beliau terbukti memiliki tubuh yang sehat, kuat dan bugar.
Ketika Kaisar romawi mengirimkan bantuan dokter ke Madinah, ternyata selama setahun dokter tersebut kesulitan menemukan orang yang sakit. Dokter tersebut bertanya kepada Rasulullah saw tentang rahasia kaum muslimin yang sangat jarang mengalami sakit.
Rasulullah saw bersabda, “Kami adalah kaum yang tidak makan kecuali sudah betul-betul lapar dan apabila makan, kami berhenti sebelum kekenyangan.” (Al Hadist).
Seumur hidupnya, Rasulullah hanya pernah mengalami sakit dua kali sakit. Pertama, ketika diracun oleh seorang wanita Yahudi yagn menghidangkan makanan kepada Rasulullah saw di Madinah. Kedua, ketika menjelang wafatnya.
Pola makan seringkali dikaitkan dengan pengobatan karena makanan merupakan penentu proses metabolisme pada tubuh kita. Pakar kesehatan selama ini mengenal dua bentuk pengobatan yaitu pengobatan sebelum terjangkit penyakit atau preventif (ath thib Al wiqo’i) dan pengobatan setelah terjangkit penyakit (at thib al’ilaji).
Dengan mencontoh pola makan Rasulullah saw, kita sebenarnya sedang menjalani terapi pencegahan penyakit dengan makanan (attadawi bil ghidza).
Hal itu jauh lebih baik dan murah daripada harus berhubungan dengan obat-obat kimia senyawa sintetik yang hakikatnya adalah racun, berbeda dengan pengobatan alamiah Rasulullah saw melalui makanan dengan senyawa kimia organik.
Prof. Dr. Musthofa Rimadhon memberikan beberapa gambaran pola hidup sehat Rasulullah berdasarkan berbagai riwayat yang bisa dipercaya, sebagai berikut:
Sumber : Republika Online
Posted by: Ummu Zahra on: Minggu, 18 Oktober 2009

Bunga melati putih atau yang memiliki nama latin Jasminum sambac L merupakan jenis tanaman hias yang dapat tumbuh subur hampir di setiap wilayah Indonesia. Tanaman itu biasa dijadikan sebagai simbol nasional karena bunganya dikaitkan dengan berbagai tradisi dari banyak suku di negara ini.
Selain sebagai tanaman hias, bunga melati juga memiliki banyak manfaat, antara lain sebagai hiasan dalam pernikahan, tabur bunga dalam kematian, aroma terapi dan oleh sebagian masyarakat di Jawa Tengah biasa digunakan untuk mengobati sakit mata seperti radang dan mata merah.
Berdasarkan penelusuran literatur ternyata belum ditemukan penelitian dan publikasi ilmiah tentang potensi serta kandungan senyawa kimia yang terdapat dalam bunga melati dan berpotensi sebagai obat radang mata. Hal itu kemudian mengilhami empat mahasiswa Pendidikan IPA Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) untuk melakukan penelitian lebih jauh terhadap bunga berwarna putih tersebut.
Keempat mahasiswa itu antara lain, Sri Astuti, Yuni Puspita Sari, Apry Kuswanti dan One Anna Rahayu dari jurusan pendidikan IPA FMIPA UNY. Melalui siaran pers yang diterima redaksi Republika, Rabu (7/10), dinyatakan penyakit radang mata banyak di derita oleh penduduk Indonesia. Penyakit itupun juga merata terjadi di berbagai wilayah di Indonesia yang menyerang hampir semua umur.
Penyebab utama munculnya penyakit itu adalah karena mikroba patogen yang masuk ke dalam mata. “Telah diketahui bahwa melati dapat digunakan sebagai obat dari berbagai penyakit. Diantaranya untuk menghentikan ASI yang keluar berlebihan, bengkak akibat sengatan lebah, demam dan sakit kepala, sesak nafas serta mengobati sakit mata. Tetapi, hingga saat ini belum ada peneitian resmi yang mengkaji khasiat melati untuk obat mata tersebut,” papar Sri Astuti.
Menurutnya, melati putih memiliki karakteristik dengan rasa pedas, manis, sejuk serta berwarna putih. Berdasarkan penelitian yang dilakukan timnya diketahui bahwa, kandungan senyawa kimia yang terdapat dalam bunga melati adalah asam format, asam benzoat, linalool, asam salicylat, bernzyl linalool ester, methyl linalool, indol, phytol, isophytal, serta beberapa senyawa lainnya.
Penelitian itupun dilakukan secara bertahap. Pertama, kata dia, bunga melati yang sudah dibersihkan dan dipisahkan dari kelopaknya selanjutnya dikeringkan selama 2 minggu dengan diangin-anginkan.
Setelah kering kemudian dihaluskan dengan menggunakan blender dan dimasukkan ke dalam botol untuk ditambahkan pelarut metanol teknis lalu diekstraksi selama 3 x 24 jamuntuk mengisolasi senyawa yang terkandung dalam bunga melati.
Hasil dari ekstraksi disaring dan berbentuk cairan berwarna hijau tua lalu diuapkan dengan menggunakan evaporator untuk memisahkan antara metanol teknis dengan ekstrak melati.
Penelitian mengenai kajian pendahuluan potensi bunga melati sebagai obat radang mata itupun kata Astuti, bertujuan untuk mengetahui senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai obat radang mata yang disebabkan oleh mikroba dari bunga melati dan juga memberikan pengetahuan kepada masyarakat luas tentang peranan penting dari bunga melati.
Penelitian ini dilakukan di Laboratorim IPA dan Laboratorium Kimia Organik FMIPA UNY menggunakan larva udang dengan metode Brine Shrimp Lethality Test. Hasil ekstrak dari bunga melati diambil 50 mg, selanjutnya dibuat pelarutan dan pengenceran dengan konsentrasi 0 ppm, 10 ppm, 100 ppm dan 1000 ppm.
Pengujian dilakukan dengan memasukkan 30 ekor larva Artemia salina yang berumur 24 jam tersebut ke dalam botol yang telah berisi 2,5 mililiter air laut sintetis dan 2,5 mililiter larutan konsentrasi. Botol tersebut haruslah berwarna gelap supaya larva udang tidak terkena cahaya matahari langsung karena dapat membuat daya tahan larva lebih menurun.
Setelah 24 jam, jumlah larva yang mati dihitung dengan menggunakan kaca pembesar. Pada Artemia salina yang berada pada kontrol mulai mati sejak pengamatan pada jam ke 20. Sedangkan Artemia salina pada tabung uji 10 ppm mulai menunjukkan mortalitas pada jam ke empat.
Hal ini menunjukkan, Artemia salina yang mati pada kontrol disebabkan karena daya tahannya yang sudah menurun terhadap faktor-faktor yang tidak bisa dikontrol. Sedangkan, pada tabung uji yang diberi ekstrak, Artemia salina sudah mulai mati sejak awal pengamatan.
Hal ini membuktikan Artemia salina mati disebabkan oleh sifat antimikrobia dari ekstrak melati. ”Semakin tinggi konsentrasi ekstrak maka sifat antimikrobanya akan semakin tinggi,” tegas Astuti. (yli/rin/ republika online)
Posted by: Ummu Zahra on: Rabu, 16 September 2009

Batu empedu adalah batu yang terdiri dari berbagai ukuran yang terbentuk didalam kantung empedu. Biasanya batu itu terbentuk dari kolesterol atau kelebihan bilirubin dalam empedu.
Sebagian batu dalam empedu tidak menimbulkan gejala-gejala tertentu, sementara sebagian lain, bisa mengakibatkan rasa sakit yang signifikan. Ada baiknya Anda mengetahui tanda-tanda yang mengindikasikan batu empedu dalam tubuh Anda sebelum terlambat.
Berikut saran dari U.S. National Library of Medicine untuk mengidentifikasi adanya batu empedu dalam tubuh, yaitu :
Posted by: Ummu Zahra on: Selasa, 15 September 2009

Mengonsumsi blueberry atau sejenis arbei saat sarapan diyakini akan mencegah rasa kantuk berlebih saat menjelang siang. Lebih dari itu, Blueberry diyakini pula bisa membantu mengobati pasien penderita demensia. Demikian hasil penelitian yang dilaporkan British Science Festival, baru-baru ini.
Para peneliti juga menemukan fakta dimana mengkonsumsi blueberry akan meningkatkan konsentrasi dalam jangka pendek dan mampu menjaga kesehatan mental psikologis dalam jangka panjang. Mereka juga menemukan fakta, 200 gram blueberry cukup untuk meningkatkan kekuatan berkonsentrasi sebesar 20% setiap harinya.
Disebutkan pula, mengkonsumsi buah bisa membantu meregenarasi sel-sel otak yang berhubungan dengan masalah ingatan. Selain itu, buah merupakan penghasil anti oksidan terbesar yang memiliki hubungan dengan usaha meminimalisasi penyakit jantung dan kanker serta pencegah penuaan.
Antioksidan, juga disebutkan dalam penelitan, merupakan zat yang berfungsi menangkal segala radikal bebas bahkan bahan-bahan kimia yang berpotensi menyebabkan kerusakan pada sel dan jaringan pada tubuh.
Ahli Nutrisi Molekular Universitas Reading, Inggris, Dr Jeremy Spencer seperti yang dikutip Telegraph, Jumat (11/9) waktu setempat, meyakini adanya hubungan antara kualitas ingatan yang menurun dengan kadar antioksidan pada tubuh. Keberadaan antioksidan diyakininya meningkatkan jumlah sel darah menuju otak.
Zat kimia khusus yang terdapat dalam buah, yang dikenal dengan nama Flavanoid, kata dia, akan membuka pembuluh darah yang lantas melancarkan alur darah keseluruh tubuh dan di waktu yang sama mengurangi potensi tekanan darah.
Efek lainya, masih Spencer, secara sadar meningkatkan performa dalam waktu singkat dan kesehatan otak dalam jangka waktu panjang.”Saya pikir, penemuan begitu impresif dan memiliki sisi potensial dalam jangka panjang untuk meningkatkan kesadaran,” katanya.
Konsentrasi
Spencer bersama timnya telah melakukan pengetesan kekuatan konsentrasi dalam sebuah grup berjumlah 40 orang dewasa dengan rentang usia 18 dan 30 tahun. Setiap grup diberikan menu diet termasuk didalamnya blueberry dan diberikan sejumlah latihan guna melatih konsentrasi perharinya.
Tes mencakup IQ, tes komputer, tes kepekaan melihat kata-kata. Sebulan kemudian, mereka kembali dan diberikan diet dan tes yang sama namun tanpa mengkonsumsi blueberry.
Hasil yang diperoleh lantas ditemukan tidak adanya perubahan tingkat konsentrasi saat beberapa jam pertama, termasuk hingga malam. Sementara, saat konsumsi Blueberry dihentikan, tingkat konsentrasi lantas menurun 20%. “Setelah satu jam pertama, ada perbedaan antara tes perhatian tapi setelah lima jam, sukarelawan yang tidak mengkonsumsi blueberry mengalami penurunan performa hingga 15-20%,” tukas spencer. Hasil lain yang diperoleh dari 40 sukarelawan juga menunjukan gejala yang sama.
Sebab itu, Spencer coba untuk meneliti lebih jauh dampak dari mengkonsumsi blueberry dan efek yang diterima hipocamus, bagian otak yang berhubungan dengan ingatan.
Dia juga percaya, Falvanoid yang kaya akan nutrisi untuk otak, juga terdapat pada coklat, bayam, dan beberapa buah yang bisa merestrukturisasi bagian-bagian otak dan ingatan yang menurun akibat dari alzheimer.”Saya pikir, penelitian ini akan memberikan manfaat nantinya,” pungkasnya. (Republika)
Posted by: Ummu Zahra on: Rabu, 2 September 2009

CORBIS
Cara mendapatkan khasiat aspragus cukup mudah. Salah satunya, dengan membuat sup aspragus. Konon, hasil penelitian ilmiah secara modern menunjukkan bahwa asparagus organik mengandung steroidal glikosida yang memiliki efek anti pembengkakan. Satu setengah mangkuk asparagus organik yang telah dimasak mengandung sejumlah besar asam folik, vitamin C, potassium, dan beta karotin.
Asam Folik membantu mengurangi cacat bawaan pada bayi, kanker panggul, usus dan dubur, serta bermanfaat untuk mencegah penyakit-penyakit jantung. Kandungan vitamin C nya sementara itu dapat membantu tubuh mencegah kanker, penyakit jantung serta meningkatkan daya tahan tubuh. Potassium membantu meregulasikan keseimbangan elektrolit dalam sel dan menjaga fungsi jantung dan tekanan darah yang normal.
Akan tetapi, cara memasaknya jangan terlalu lama. Sebab, saat asparagus dimasak, khasiat alkaloidnya berkurang karena unsur hidrogen dan oksigen yang terdapat di dalamnya akan hilang, unsur-unsur lainnya pun menjadi rusak, dan juga akan mengganggu ginjal.
Cara lain, asparagus dicampur dengan sari wortel. Dengan cara seperti ini, sari asparagus dapat berfungsi sebagai diuretik atau pelancar air seni, tetapi pemakaiannya disarankan tidak terlalu banyak. Zat di dalam asparagus dapat menghancurkan asam-oksalat di dalam ginjal dan di dalam jaringan otot, maka asparagus juga dapat menolong penderita rematik dan radang syaraf.
Cara lainnya, dengan menggubah asparagus menjadi minuman. Ambil, 100 gram aspragus untuk dicuci bersih, kemudian direbus dengan 400 ml air mendidih hingga tersisa 200 ml. Kemudian disaring, didinginkan lalu diblender dengan menambahkan 50 ml air matang sedikit-sedikit sampai halus.cara penggunaanya, diminum 2 kali seminggu. (berbagai sumber/cr2/rin/republika online)
Posted by: Ummu Zahra on: Sabtu, 22 Agustus 2009

Tanaman tembakau bisa dijadikan bahan yang murah dan mudah, untuk membuat vaksin yang mengatasi sakit perut akibat virus yang dikenal dengan nama Norovirus. Demikian kesimpulan penelitian seperti yang dikutip Reuters, Rabu (19/8).
Para peneliti di AS menemukan tembakau yang menghasilkan protein untuk digunakan sebagai pembuatan vaksin melawan Norovirus. Penyakit itu konon mudah sekali menular dengan gejala seperti muntah-muntah dan diare. Biasanya, penyakit ini menyerang lingkungan seperti pelayaran kapal, restoran, sekolah dasar dan asrama militer.
“Di bawah perawatan medis yang tepat, norovirus itu tidak mengancam hidup. Hanya saja itu membuat sangat sangat tidak nyaman,” kata Charles Arntzen, ahli biologi tanaman dari Arizona State University di acara pertemuan American Chemical Society.
Arntzen dan koleganya menggunakan virus dari tanaman tembakau dengan rekayasa genetik yang dinamakan tobacco mosaic untuk memulai pembuatan vaksin ini. “Kami membuat protein yang merupakan vaksin untuk melawan norovirus. Kami menamakannya vaksin nano partikel karena protein yang diproduksi dari siklus yang ada di tanaman tembakau,” kata Arntzen.
Dari pengujian yang dilakukan, vaksin ini bekerja dengan baik dalam hidung ketimbang diminum secara oral. mengapa demikian, karena sel-sel imun dalam saluran pernafasan lebih gampang menyerap vaksin ini. Arntzen menuturkan, timnya telah mendapat dukungan dari US National Institutes of Health untuk melakukan percobaan klinis ini kepada manusia. “Namun kami masih akan menunggu hingga menemukan formula yang terbaik,” katanya.
Sementara itu, pihak ImmuneRegen BioSciences, Inc yang merupakan salah satu unit usaha dari IR BioSciences Holdings Inc mengumumkan, telah bekerjasama dengan Arizona State University untuk menggunakan sistem kekebalan ini untuk pengembangan produk Viprovex dengan vaksin ini.
Sebelumnya, pada tahun lalu juga sempat ada penelitian yang dilakukan Universitas Stanford yang membuat terapetik vaksin dari tembakau untuk kanker darah yang disebut non-Hodgkin lymphoma.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS memperkirakan ada sekitar 23 juta kasus sakit perut yang akut akibat norovirus yang terjadi setiap tahunnya.”Saya melihat tahun 2009-2010 adalah tahun yang penuh terobosan dalam pengembangan teknologi vaksin dari tanaman,” katanya.
Arntzen optimis, nantinya vaksin ini akan menjadi pilihan utama. Sesuatu yang tidak perlu anjuran dokter untuk memilikinya. “Rumah sakit, para petualang dan milter merupakan target utama dari vaksin ini,” ujarnya.
Tak hanya itu, Artzen juga memperkirakan vaksin ini bisa digunakan untuk menangani penyakit lain. Dia menyebut virus H1N1atau virus flu babi sebagai isu berikutnya. Arntzen menuturkan vaksin khusus percobaan klinis akan siap antara 8-10 minggu.
Sementara itu, pembuat vaksin sendiri, Novavax Inc, mengatakan tepat Selasa depan, pihaknya akan membuat vaksin H1N1 dengan menggunakan virus seperti partikel yang tumbuh dalam 4 minggu pada sel ulat bulu. (cr2/rin/republika online)